Tomohon, Multiverum.com – Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H. menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik “Peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Demokrasi Partisipatif dan Akuntabel di Kota Tomohon Tahun Anggaran 2026”, yang dilaksanakan di Wale Ne Reiden Tomohon, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman politik, memperkuat kehidupan demokrasi, serta mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam proses demokrasi yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tomohon, Stenly Mokorimban, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan politik kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa, sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai pendidikan politik dan demokrasi.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong transparansi partai politik melalui pengisian Coretax, memperkuat akuntabilitas dalam penerimaan dan penggunaan bantuan keuangan partai politik, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan toleransi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting dan relevan bagi masa depan Kota Tomohon.

“Berbicara tentang membangun demokrasi, sesungguhnya kita berbicara tentang bagaimana memperkuat peran masyarakat, menjamin hak-hak warga negara, serta membangun pemerintahan yang terbuka, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, demokrasi bukan sekadar mekanisme untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat, tetapi merupakan proses yang terus berlangsung dan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap perbedaan.

“Karena itu, demokrasi yang sehat harus dibangun bersama. Pemerintah, partai politik, masyarakat sipil, dunia pendidikan, media, dan generasi muda memiliki peran masing-masing dalam menjaga agar kehidupan demokrasi tetap berjalan secara baik dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Tomohon memiliki tanggung jawab untuk menciptakan iklim politik yang kondusif bagi partisipasi masyarakat serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Pemerintah tidak boleh hanya hadir sebagai fasilitator administratif, tetapi juga harus menjadi teladan dalam keterbukaan dan pelayanan kepada masyarakat. Pada saat yang sama, kita perlu mendorong seluruh pemangku kepentingan politik untuk terus memperkuat praktik-praktik demokrasi yang berintegritas,” katanya.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan prinsip keadilan, integritas, transparansi, dan demokrasi.

“Saya mengajak seluruh pengurus dan kader partai politik untuk melihat setiap proses administrasi dan pelaporan, termasuk pengisian Coretax, bukan semata-mata sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Kepada masyarakat dan generasi muda, Wali Kota mengajak agar terus berperan aktif dalam kehidupan demokrasi dengan melakukan pengawasan, memberikan masukan yang konstruktif, menyampaikan aspirasi secara santun, serta ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tomohon berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan dan kehidupan demokrasi di daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui beberapa langkah, antara lain mendukung pelatihan dan fasilitasi teknis bagi partai politik, termasuk dalam pemanfaatan dan pengisian sistem yang berkaitan dengan administrasi dan pelaporan; meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi publik, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan dan anggaran daerah; serta memfasilitasi forum dialog antara pemerintah, partai politik, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Saya berharap komitmen ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tomohon,” tegasnya.

Wali Kota juga memberikan perhatian khusus terhadap tantangan kehidupan demokrasi di era digital, terutama maraknya hoaks dan disinformasi yang dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial.

“Saya mengajak para siswa semua untuk menjadi generasi muda yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Biasakan untuk memeriksa dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya,” pesan Wali Kota.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menggunakan media sosial secara bijak, santun, dan bertanggung jawab, serta mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menghormati pendapat orang lain, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

“Saya percaya, apabila generasi muda Kota Tomohon memiliki kecerdasan, sikap kritis, kepedulian, dan integritas yang kuat, maka kita sedang mempersiapkan fondasi yang kokoh bagi masa depan Kota Tomohon yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Tomohon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam memperkuat kehidupan demokrasi di Kota Tomohon,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kota Tomohon Stenly Kowaas, Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan Kota Tomohon Handi Prasetyo, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tomohon Stenly Mokorimban bersama jajaran, para pengurus partai politik, perwakilan siswa-siswi SMA se-Kota Tomohon, serta unsur masyarakat.(nox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *