Manado, Multiverum.com – diruang Pasca Sarjana Universitas Samratulangi (Unsrat), menjadi bukti sejarah terpenting bagi Letkol CKU Yohanes Restu Hasto Wibowo, pada Kamis (16/04-2025).
Betapa tidak, semua penguji kompak mengapresiasi gelar doktor dengan memuaskan, bagi suami terkasih Jessica Priska Akiko Pesik, SE, MSA
Ujian terbuka di ruang sidang lantai 5 Pasca Sarjana, Kampus Tumou Tou, Letkol CKU Yohanes Restu Hasto Wibowo sebagai Promovendus berjalan kurang lebih 2 jam.
Dalam sidang Doktor Ilmu Manajemen Program Pasca Sarjana yang dipimpin Sekretaris Tim Penguji Prof. Ir. Arthur Gehart Pinaria, MP., PhD, yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, dengan lantang dan gagah, lulusan Akademi Militer tahun 2007 sanggup menjawab semua pertanyaan penguji.
Dalam judul Disertasi, ‘Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif terhadap Kinerja Personel melalui Pemberdayaan Psikologis, Kepercayaan terhadap Pimpinan dan Keterlibatan Kerja di Lingkungan TNI AD’.
Bersama judul Internasional: “Can Military Leadership Inform Intelligent Governance In Geopolical Uncertaintly?”.
Pasca dimulai, Promovendus langsung diberikan beberapa pertanyaan dari para penguji. Dibuka dengan pertanyaan oleh Penguji Eksternal Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, kemudian dilanjutkan dengan Penguji I Dr. Olivia S. Nelwan, SE.,M.Si, yang mengikuti sidang Promosi Doktor secara daring.
Lalu ada pertanyaan dari Penguji ll Dr. Lucky O.H. Dotulong, SE.,M.Si serta Penguji lll Dr. Arrazi Bn Hasan Jan, SE.,M.Si.
Dilanjutkan pertanyaan dari penguji yang juga Ko Promotor ll Dr. Irvan Trang, SE.,MM. Kemudian pertanyaan dari Ko Promotor I: Dr. Ivonne S. Saerang, SE.,MM. Dan Promotor Prof. Dr. David P.E. Saerang,SE.,Mcom(Hons).
Nampak dalam ringkasan singkat Disertasinya, Letkol CKU Yohanes Restu Hasto Wibowo yang kini menjabat Perwira Keuangan Pusiad, menyoroti kemerosotan ‘semangat militer’ atau pemikiran strategis yang disiplin dalam kepemimpinan nasional, yang dapat menyebabkan kerentanan dalam hubungan internasional.
Menurutnya, sejarah dan peristiwa terkini menunjukkan bahwa negara-negara yang dipimpin oleh para pemimpin dengan etos disiplin militer, pandangan strategis ke depan dan kesiapan untuk berkorban cenderung mempertahankan kohesi nasional dan kapasitas pencegahan yang lebih kuat.
“Sementara negara-negara yang dipimpin tanpa etos tersebut seringkali reaktif dan mudah dipengaruhi oleh tekanan eksternal,” katanya.
Lanjutnya dalam tatanan geopolitik modern, yang ditandai dengan konflik asimetris, perang hibrida dan pemaksaan ekonomi, ciri-ciri kepemimpinan yang berasal dari militer ketegasan, kesatuan komando serta keberanian moral, tetap penting untuk mempertahankan kedaulatan.
Sebab tegasnya, ketiadaan etos ini dapat bermanifestasi sebagai ketidaktegasan, kelumpuhan birokrasi atau kompromi moral, yang menggoyahkan tata kelola domestik dan mengundang manipulasi eksternal.
“Hal ini, pada gilirannya, berkontribusi pada kekacauan geopolitik saat ini, di mana batas-batas pengaruh nasional digambar ulang bukan hanya dengan kekuatan, tetapi dengan kemauan strategis dan tekad kepemimpinan,” ungkapnya.
Maka kepemimpinan militer partisipatif, seperti yang dibuktikan dalam penelitian ini, akan menghadirkan jembatan antara disiplin dan demokrasi sebuah model kepemimpinan, yang dapat mempertahankan kekuatan internal suatu organisasi sekaligus mendorong kolaborasi dan pemberdayaan.
“Dalam konteks ketidakpastian global, model hibrida ini dapat mewakili paradigma yang berorientasi masa depan sintesis. Antara ketelitian militer dan inklusivitas partisipatif, yang memastikan loyalitas dan kreativitas dalam sistem pertahanan dan tata kelola nasional ditengah ketidakpastian politik global dan internasional,” tegasnya.
Diketahui Yohanes Restu Hasto Wibowo memiliki latar belakang pendidikan umum dan militer yang mentereng. Dirinya Sarjana Ekonomi Sekolah Tinggi Ekonomi Swadaya Manado tahun 2012, Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Jenderal Ahmad Yani tahun 2024.
Selanjutnya Magister Sains Akuntansi di Universitas Sam Ratulangi tahun 2019, Magister Terapan Militer Politeknik Angkatan Darat tahun 2024 dan Magister Pertahanan di Universitas Pertahanan RI di 2026.
Juga merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2007, kemudian Pendidikan Lanjutan Perwira Satu tahun 2012, Pendidikan Lanjutan Perwira Dua di tahun 2022 dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat tahun 2024.(cad)