Mitra, Multiverum.com – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Ronald Kandoli menghadiri Tatap Muka dan dialog Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara dengan Masyarakat Minahasa Tenggara khususnya Desa Molompar Raya dan Desa Watuliney Raya Kecamatan Belang terkait konflik sosial yang terjadi di wilayah tersebut baru baru ini. Dialog tersebut, dipimpin Wakil Gubernur, Dr.J Victor Mailangkay, SH,MH pada kegiatan yang dilaksanakan di aula Gereja GMIM Silo Watuliney Wilayah Belang, Senin (01/11).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K, M.H, Kasdam Brigjen TNI Yustinus Nono Julianto, S.H, M.H, Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K, M. Hum, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara, Sofia Antou, SE, Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K, M.Han, Dandim 1302 Minahasa Letkol Infanteri Bonaventura Ageng Santoso, Wakil Bupati Minahasa Tenggara Bapak Fredy Tuda, Wakil Ketua DPRD Mitra Katrien Mokodaser, SE, Wakapolres Minahasa Tenggara Kompol Melky Makawahe, SE, Pjs Ketua Sinode GMIM Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th, Sekretaris Daerah Minahasa Tenggara, David Harrywan Lalandos, AP, M.M
Pejabat Utama Polda Sulawesi Utara
Pejabat Utama Polres Minahasa Tenggara
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Camat Belang, Para Hukum Tua, jajaran TNI Polri, jajaran Kementerian Agama Minahasa Tenggara serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Molompar Raya dan Desa Watuliney Raya.
Dalam dialog tersebut Wakil Gubernur, Pangdam dan Kapolda Sulut menegaskan bahwa Kejadian konflik sosial yang terjadi tempat ini bukan masalah sara/ agama tetapi adalah kriminal/Pidana murni dan akan di proses hukum dan diusut secara tuntas.
Sementara itu Bupati Ronald Kandoli menyatakan bahwa usai konflik terjadi pihaknya bersama Forkopimda Minahasa Tenggara, Wakil Bupati dan jajaran Pemkab Mitra telah berada di Desa Molompar maupun Desa Watuliney untuk melihat langsung situasi di lapangan.
“Pada kesempatan ini Saya ingin menegaskan kembali apa yang telah disampaikan oleh Bapak Kapolda mari kita percayakan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada aparat keamanan, kita semua harus menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan memberi ruang agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Sekali lagi kami tegaskan kejadian ini murni hanya bentrok warga saja yang kebetulan merembet ke pengrusakan salah satu tempat ibadah, akibat kedua kubu saling lempar batu. Masyarakat jangan panik dan tak terpancing dengan isu isu sesat apalagi yang mencoba coba menyeret masalah ini ke isu sara,” urai Kandoli.(nox)
