Tomohon, Multiverum.com – Pemerhati Pemerintah Kota Tomohon, Stevi Tanor mengungkapkan, kekuatan sejati Tomohon terletak pada manusianya. Dengan Index Pembamgunan Manusia (IPM) yang telah menembus angka 83,50, Tomohon kokoh berada dalam kategori sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa modal manusia (human capital) kita adalah aset terbaik untuk mendukung ekonomi masa depan.

“Namun tentunya pertumbuhan ekonomi yang tinggi haruslah bersifat inklusif. Kita masih memiliki pekerjaan rumah dalam menekan Tingkat Penganguran Terbuka (TPT) yang saat ini berada di kisaran 5,0%. Tentu sebagai praktisi manajemen, saya melihat adanya “mismatch” antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Dan solusi untuk ini adalah strategi “Link and Match” melalui revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan digital agar tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi pelaku utama,” ungkap Tanor, Jumat (23/01-2026).

Menurutnya, soal hilirisasi pertanian dan agrowisata merupakan kunci nilai tambah ke depannya. Hilirisasi adalah harga mati bagi kemandirian ekonomi Tomohon. Kita tidak boleh lagi terjebak menjual komoditas mentah, konkretnya industri florikultura kita harus bergerak ke pengolahan minyak esensial atau produk turunan bunga lainnya. Begitu juga dengan hortikultura, dimana pengolahan buah dan sayur menjadi produk “frozen food” atau gula aren menjadi gula semut brown sugar) berkualitas ekspor akan meningkatkan margin keuntungan petani secara signifikan.

“Langkah ini harus dipadukan dengan konsep Agrowisata – seperti konsep petik sendiri di Rurukan (petani strawbery) yang menciptakan pendapatan ganda bagi warga dari hasil tani sekaligus jasa pariwisata,” ujarnya.

Menyinggung peran Dinas Perdagangan untuk menjadi bridge ke pasar global, Tanor menilai efisiensi produksi akan sia-sia tanpa akses pasar. Dinas Perdagangan harus mampu bertransformasi menjadi “market maker”. Pemerintah Kota harus proaktif melakukan “market hunting” dan memfasilitasi “business matching” secara on line antara petani Tomohon dengan buyer besar di mancanegara.

“Digitalisasi petani menjadi keharusan yang jangan ditunda-tunda. Pemerintah harus memberi pelatihan literasi digital, mulai dari manajemen “market place” hingga “digital marketing”. Peran pemerintah adalah menjamin bahwa produk hasil bumi Tomohon memiliki alamat yang jelas, bahkan sebelum masa tanam dimulai. Inilah yg disebut dengan Manajemen Ekonomi Presisi yang akan memotong rantai distribusi panjang yang selama ini merugikan petani kita,” ucapnya.

Akhirnya, lanjut Tanor, HUT Kota Tomohon ke-23 adalah garis start menuju estafet pembangunan yang lebih kencang. Dengan modal manajemen daerah yang akuntabel, transparansi keuangan yang terjaga, oleh Walikota Caroll JA Senduk SH dan Wakil Walikota Sendy GA Rumayar SE, Mi.kom, dimana modal integritas dan kejujuran yg utama dalam bisnis akan mengundang banyak investor berkontribusi di Kota Tomohon.

“Mari kita pastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil hari ini adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita. Selamat hari jadi Kota Tomohon. Mari bekerja dengan data, membangun dengan hati dan bertumbuh dalam integritas menuju Tomohon Hebat,” urainya.(*/nox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *