Tomohon, Multiverum.com – Kadis Pariwisata Kota Tomohon, Judhistira Siwu SE mengungkapkan, Program Pasiar Edu-tourism Visit Sulut 2026 akan mendatangkan 2 batch mahasiswa mahasiswi dari Sydney Australia untuk aktivitas belajar seni dan budaya.
Dijelaskannya, Rombongan ini juga bakal melakukan kunjungan ke daerah daerah wisata unggulan di Minahasa Utara, Minahasa, Bitung, Manado dan Tomohon.
“Kunjungan di Kota Tomohon kami mewakili Walikota dan Wakil Walikota. Kunjungan ini juga merupakan program yang diprakarsai oleh organisasi komunitas Manado bersama komunitas Manly di Sydney utara yang digawangi Manly Manado Society Inc. Mereka bekerja sama dengan Universitas Klabat dan Australia Indonesia Youth Association (AIYA) Chapter NSW dipimpin oleh Presiden mereka Alexandra Lyons,” terang Siwu.
Lanjutnya, total Mahasiswa yang sudah berpartisipasi di batch pertama dan kedua adalah 16 mahasiswa dan mereka berasal dari universitas universitas unggulan di Australia seperti University of Sydney, University of New South Wales, University of Technology Sydney, Australian National University Canberra, University of Wollongong, University of Melbourne, Victorian Institute of Technology dan Queensland University of Technology Brisbane.
“Selama kunjungan di Sulawesi Utara, rombongan difasilitasi untuk tinggal di asrama Universitas Klabat. Keynes Boy Lengkong adalah salah satu yang mendesign program ini dan pengurus dari organisasi komunitas Manly Manado Society Inc. Program ini didesign khusus untuk Sulut dengan lama kunjungan 10 hari per batch dan dieksekusi pertama kali pada tgl 2/2 sd 12/2 dan tgl 17/2 sampai dengan 27/2 untuk batch kedua saat masa liburan musim panas universitas di Australia. Dan diprioritaskan untuk mahasiswa mahasiswi lokal Australia yang belum pernah mengunjungi Indonesia yang akan datang. Jadi ini merupakan pengalaman pertama untuk wisata Indonesia adalah di Sulut.
Sementara itu, Walikota Tomohon, Caroll Senduk menyambut dengan antusias program ini dan berharap bisa terus dikunjungi agar dapat dilanjutkan untuk masa liburan periode berikut sekitar Juni dan Juli.
“Tentunya juga diharapkan bisa dilaksanakan setiap tahun dan bisa masuk dalam program Edu-tourism dari Kementerian Pariwisata atau Program Pertukaran Pemuda Australia dan Indonesia (Australia Indonesia Youth Exchange Program). Program ini intinya ingin menjadikan pemuda dan mahasiswa mahasiswi Australia tersebut sebagai Duta Pariwisata dan Budaya Sulut di Australia sehingga pada saat ada even international mereka bisa mempromosikan even tersebut di teman, keluarga dan network mereka di Australia yang tentunya diharapkan akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Sulut,” urainya.(nox)
