Tomohon, Multiverum.com – Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon mendorong agar seluruh Satuan Pendidikan Pangan Gizi (SPPG) memiliki alat uji cepat (rapid test) mandiri untuk memastikan bahan pangan yang disajikan kepada siswa aman dan bebas dari pestisida.

Kepala Dinas Pangan Kota Tomohon, Novi Kainde, yang juga selalu Wakil Ketua Satgas MBG Kota Tomohon mengatakan, hingga saat ini terdapat 10 SPPG yang terdaftar di aplikasi Badan Gizi Nasional (BGN), dengan 8 di antaranya telah beroperasi di Kota Tomohon.

“Sebenarnya, 10 SPPG sudah beroperasi, 1 SPPG sementara ini operasinya tutup sementara, dan yang satunya lagi ditutup karena pergantian yayasan,”kata Movie Kainde kepada SULUTTEMPO.COM, Jumat (6/3/2026).

Dijelaskannya, fokus satgas MBG Kota Tomohon saat ini lagi gencar melakukan rapid test diseluruh SPPG MBG di wilayah Kota Tomohon.

“Sejak bulan Februari hingga awal bulan Maret, dinas pangan intens melakukan rapid test dan mengawasi keamanan pangan segar terhadap SPPG MBG yang ada di Kota Tomohon. Karena fokus pengawasan dinas pangan berada pada pangan segar agar bebas dari bahan berbahaya,”ujarnya.

Dia mengakui bahwa banyak SPPG MBG yang beroperasi di Kota Tomohon ternyata belum memiliki alat rapid tes.

“Saya harap kedepan SPPG MBG di Kota Tomohon harus mempunyai alat rapid test sendiri, dengan langkah ini Satgas MBG Kota Tomohon berharap kualitas dan keamanan pangan MBG semakin terjamin, sekaligus menutup celah terulangnya kasus serupa yang menimpa ratusan siswa di Kota Tomohon.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *