Sintya Bojoh Tinjau Lokasi Reruntuhan di Gedung KONI Manado yang memakan Korban JiwaSintya saat berada di lokasi reruntuhan bangunan KONI Manado. (Inzet/Sintya bersama rekan rekan wartawan dilokasi)

Manado, Multiverum.com – Ketua PWI Sulawesi Utara terpilih, Sintya Bojoh, menunjukkan respons cepat dengan turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Gempa berkekuatan cukup besar yang terjadi di perairan tersebut sempat dirasakan di sejumlah daerah, menimbulkan kepanikan warga serta menyebabkan kerusakan dan korban.

Di tengah situasi duka dan darurat, Sintya
mengunjungi lokasi reruntuhan bangunan KONI Sario Manado, yang menyebabkan salah satu korban tewas, yakni Deice Lahia(69). Usainya, Sintya juga menyempatkan diri bertemu dengan para wartawan, baik nasional maupun lokal, yang tengah melakukan peliputan di kawasan bencana.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa serta memberikan simpati kepada warga yang mengalami luka-luka dan terdampak langsung oleh bencana tersebut,

“Kami turut berbelangsungkawa atas korban yang meninggal dunia dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Kepada para korban luka, kiranya segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya didampingi pengurus PWI, Mercys Loho, Ardy Kalumata dan Yongkie Sumual.

Sintya juga menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik. Ia mengajak seluruh insan pers untuk tetap menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

“Saya berharap rekan-rekan wartawan dapat terus mengawal pemberitaan secara benar dan bertanggung jawab, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi hoaks yang kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para wartawan yang bertugas di lapangan agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas serta mengutamakan keselamatan diri di tengah kondisi yang masih berisiko.

“Dalam situasi bencana seperti ini, peran media sangat krusial, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penyejuk dan penenang publik. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan harus berbasis fakta, tidak provokatif, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian,” terangnya.(mcl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *