Tomohon, Multiverum.com – pelaksanaan Tomohon of Flower sebagai agenda utama Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2026 di Kota Tomohon, pada Sabtu (08/08-2026) berlangsung semarak, heboh dan mendapat animo luar biasa dari para wisatawan lokal dan mancanegara yang hadir menyaksikan langsung.
Bahkan, 350 kursi berbayar yang disediakan Tim Panitia terjual habis kepada para tamu luar dan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung parade kendaraan hias secara dekat.
Ribuan wisatawan asing dan lokal pun betah dan tak beranjak dari tempat duduk untuk menyaksikan ToF sampai selesai, yang menampilkan 36 peserta dengan ukiran bunga Krisan yang dihias sangat elegan oleh para dekorator berpengalaman dari kota bunga.
Gubernur Sulut, Mayjen Purn Yulius Selfanus yang ikut menyaksikan pun sangat memberikan apresiasi yang begitu besar atas keberhasilan dan penampilan TIFF 2026 yang kini lebih elegan dan profesional.
“TIFF 2026 sangat istimewa, karena tetap berjalan elegan serta konsisten berada dalam kharisma event nasional atau KAN. Dikatakan istimewa juga karena setiap gelar parade bunga ini berlangsung pada bulan Agustus, yang sarat dengan semangat kebangsaan dimana di bulan Agustus ini bisa menyelaraskan sukacita bangsa Indonesia menuju peringatan hari ulang tahun ke 81 kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema Indonesia berdaulat adil dan makmur,” ungkap Gubernur.
Menurutnya, bunga-bunga segar yang melimpah di kota Tomohon hari ini menjadi wujud nyata dari kemakmuran alam serta kedaulatan karya anak bangsa di daerah, yang turut berpartisipasi dalam memperkuat perekonomian Indonesia serta mendukung pembangunan yang berkeadilan.
“Semangat kebersamaan ini tercermin secara utuh melalui tema TIFF 2026 yaitu mulai collaboration of spirit. Tema ini menekankan pentingnya sinergi yang melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku seni, sektor swasta, UMKM hingga media. Melalui kerja ini kita mengangkat semangat mapalus atau gotong royong menjadi jembatan budaya yang menghubungkan tradisi lokal dengan kaca internasional. Di samping itu, komitmen ini menegaskan semangat untuk senantiasa menjaga keberlanjutan lingkungan dan kelestarian ekosistem kota Tomohon, sebagai kota bunga, juga produsen bunga utama di Sulawesi Utara,” tepuk tangan buat Tomohon ungkap mantan Perwira Tinggi TNI ini.
Lanjutnya, TIFF ini juga menjadi motor kebangkitan ekonomi kreatif masyarakat yang dampaknya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Semangat gotong royong dalam kegiatan ini berdampak nyata melalui swadaya 37 petani bunga lokal yang menyiapkan sekitar 353.000 bunga Krisan, hingga hadirnya 35 float atau kendaraan hias yang terdiri atas 17 float besar dan float kecil. Semuanya diperkirakan menyerap lebih dari 210.000 kuncup bunga yang segar dari petani.
“Kolaborasi seni dan pariwisata memberikan dampak domino langsung bagi peningkatan pendapatan petani, dekorator hingga sektor usaha kuliner hotel dan transportasi. Keberhasilan melaksanakan iven ini diharapkan membawa dampak strategis terhadap pembangunan dan kemajuan Sulawesi Utara dan kemajuan pariwisata Indonesia. Melalui festival ini kita tidak hanya mempertontonkan keindahan dan keberagaman flora tetapi juga membuka peluang investasi baru mempromosikan potensi agrowisata unggulan, serta mempererat persahabatan dan informasi budaya antar negara. Besar harapan saya perhelatan Tomohon international flower festival dapat terus kita dukung bersama, menjadi ikon kebanggaan kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara dan kebanggaan nasional di kancah dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tomohon, Caroll JA Senduk dalam sambutannya mengatakan, TIFF bukan sekedar Festival Bunga, tetapi TIFF adalah identitas Tomohon sebagai Kota Bunga. Wadah promosi pariwisata, budaya, florikultura, UMKM dan Ekonomi Kreatif yang telah dikenal di tingkat nasional maupun tingkat internasional.
“Tahun ini kita menyelenggarakan TIFF ditengah masa efesiensi dan penghematan anggaran, namun efisiensi bukan berarti mengurangi semangat kreativitas maupun kualitas justru efisiensi mendorong kita untuk bekerja lebih cerdas lebih inovatif dan lebih banyak berkolaborasi melalui tema kita menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kuatnya di antara pemerintah, masyarakat, petani bunga, UMKM sebagai komunitas kreatif dunia usaha, media dan seluruh stakeholder yang memiliki kecintaan kepada kota Tomohon. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga di 2018 dapat terlaksana dengan baik kepada seluruh tamu undangan dan para wisatawan dari berbagai daerah serta mancanegara Saya mengucapkan selamat menikmati keindahan bunga kekayaan budaya keramahan masyarakat serta pesona alam kota Tomohon,” urainya.
Sebelumnya, Ketua Umum Panitia TIFF 2026, Levita Supit dalam sambutannya mengatakan, sebagai kota bunga Tomohon hari ini mengukir sejarah kembali dengan kehadiran para tamu terhormat, delegasi dari berbagai negara para peserta seniman dan seluruh masyarakat yang hadir.
“Selamat datang di puncak perayaan keindahan kebersamaan turnamen of flowers dalam rangkaian Tomohon international power festival 2026, yang merupakan sebuah panggung di mana bunga tak hanya berbicara tentang keindahan tetapi juga tentang jati diri budaya dan persaudaraan bangsa-bangsa. Tahun ini kita merayakannya dengan semangat yang lebih besar dengan satu jiwa, satu usaha, satu tujuan kolaboration of spirit yang merupakan sebuah tema yang lahir dari keyakinan bahwa keindahan sejati tercipta bukan dari tepuk tangan melainkan dari ribuan tangan yang bergerak dalam harmoni seperti kelopak yang menyatu. Selamat menyaksikan,” ucapnya.
Diketahui, turut hadir dalam kegiatan, 13 Dubes dari berbagai negara asing, Perwakilan Kementrian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Anggota DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, Wakil Walikota, Sendy Rumajar beserta para kepala daerah di Sulut, Ketua TP PKK, drg Jeand’arc Senduk Karundeng, Forkopimda Sulut dan Tomohon, dan para tamu undangan penting lainnya.